Alasan Penolakan Reklamasi Bali di Teluk Benoa

Alasan Penolakan Reklamasi Bali di Teluk Benoa

Bukan sebuah berita yang baru lagi apabila Bali akan melakukan sebuah reklamasi di daerah Teluk Benoa, Badung, Bali. Reklamasi Bali ini memang telah menjadi salah satu perbincangan bahkan hingga saat ini karena adanya penolakan terhadap adanya reklamasi yang dilakukan tersebut. Berbagai macam alasan penolakan terus diserukan hingga Gubernur Bali pun memberikan moratorium yang membuat proyek pembangunan reklamasi disana dihentikan. Tenti saja, ada berbagai macam hal yang dipertimbangkan mengapa pembangunan reklamasi diperintahkan untuk dihentikan. Namun, sebelum kita bahas lebih jauh lagi mengenai reklamasi yang dilakukan di Teluk Benoa tersebut, akan lebih baik jika kita bahas terlebih dahulu mengenai apa itu reklamasi.

Reklamasi itu sendiri adalah sebuah pembangunan yang dilakukan untuk daerah atau kawasan yang tidak berguna dengan mebuat daratan baru di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan di daerah teluk atau pantai yang pemanfaatannya kurang. Nantinya, kawasan yang akan direklamasi diurug dengan tanah sehingga terbentuk pulau atau daratan baru yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pusat perekonomian. Sehingga kawasan yang pada awalmya kurang potensial untuk dimanfaatkan akan memberikan sebuah keuntungan bukan hanya untuk pemerintah tapi juga untuk masayarakat sekitar. Kemudian, hal ini coba dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan lakukan reklamasi Bali.

Dalam reklamasi Bali tersebut, tujuan diadakannya reklamasi di kawasan Teluk Benoa tersebut ialah untuk membuat sebuah daratan baru disana yang digunakan untuk pembukaan kawasan wisata baru. Bukan hanya itu saja, adanya reklamasi ini pun memiliki tujuan agar nantinya ada roda ekonomi yang berputar di daerah reklamasi Teluk Benoa sehingga nantinya pengangguran yang ada di Bali diharapkan dapat berkurang. Bukan hanya itu saja, reklamasi yang diadakan itu pun diharapkan bisa menanggulangi abrasi teluk yang makin parah setiap harinya.

Akan tetapi, adanya reklamasi Bali ini ditolak oleh banyak pihak seperti para warga nelayan yang tinggal di daerah Teluk Benoa tersebut. Lantas, apa saja alasan yang membuat banyak orang menolak reklamasi tersebut?

• Kerusakan ekosistem bakau
Alasan pertama penolakan diadakannya reklamasi di Bali tersebut adalah rusaknya ekosistem bakau. Di kawasan Teluk Benoa memang banyak ditemukan pohon bakau yang memiliki fungsi sebagai penahan abrasi teluk tersebut. Namun, adanya reklamasi ini pastinya akan mempengaruhi ekosistem bakau yang ada, bahkan dikhawatirkan jika ekosistem tersebut rusak.

• Hilangnya mata pencaharian nelayan
Kemudian, karena teluk dimana para nelayan akan direklamasi, tentu saja dampak yang paling jelas adalah akan ada banyak nelayan sekitar Teluk Benoa yang kehilangan mata pencaharian mereka.

• Rusaknya habitat terumbu karang
Selain itu, karena teluk akan dijadikan daratan, terumbu karang yang ada di daerah teluk pun pastinya akan rusak. Tentu saja hal ini adalah hal yang buruk apalagi melihat kondisi terumbu karang kini yang kurang terjaga.

• Menurunnya fungsi Teluk Benoa
Ada pula alasan lain mengapa reklamasi di Teluk Benoa ditolak. Hal tersebut ialah karena fungsi Teluk Benoa yang akan menurun. Seperti yang diketahui bahwa Teluk Benoa tersebut berfungsi sebagai daerah konservasi dan penampungan air hujan.

• Adanya ketimpangan pembangunan
Hal selanjutnya yang membuat reklamasi ditolak ialah karena adanya ketimpangan pembangunan yang terjadi di Bali. Jika reklamasi ini ada, maka ketimpangan tersebut semakin jelas.

Itulah hal-hal yang membuat banyak pihak menolak adanya reklamasi Bali yang diadakan di daerah Teluk Benoa. Karena alasan-alasan tersebutlah reklamasi tersebut kini dihentikan karena adanya moratorium dari Gubernur Bali.

Share