Apa Alasan Penghentian Proyek Reklamasi Jakarta?

Apa Alasan Penghentian Proyek Reklamasi Jakarta?

Reklamasi, hal yang satu ini memang telah banyak dilakukan di berbagai negara di dunia. Reklamasi itu sendiri adalah sebuah pembangunan yang dilakukan dalam sebuah wilayah yang kurang berguna misalnya seperti di kawasan pantai atau teluk yang kurang dimanfaatkan. Keuntungan adanya reklamasi tersebut ialah hal ini bisa membantu sebuah daerah untuk memperluas daerah daratannya untuk keperluan pariwisata, pembangunan daerah pantai dan masih banyak keuntungan lainnya. Tapi, reklamasi ini pun akan memiliki dampak negatif seperti rusaknya ekosistem alami yang ada di kawasan tersebut hingga adanya dampak ekonomi selama masa pembangunan reklamasi. Kemudian, di Indonesia sendiri, ada sebuah rencana reklamasi yaitu reklamasi Jakarta.

Baca juga : Faktor penyebab penolakan reklamasi di teluk benoa

Dengan tujuan untuk memperluas kawasan Jakarta dan mengantisipasi tenggelamnya Jakarta, rencana reklamasi tersebut dihentikan.

Lalu, apa saja alasan yang melatarbelakangi dihentikannya rencana reklamasi Jakarta tersebut? Berikut ini ada ulasan lengkapnya untuk anda. Hal yang pertama mengapa proyek reklamasi tersebut adalah adanya indikasi adanya korupsi. Dalam hal ini, pelaksaan reklamasi dianggap koruptif karena adanya ada pihak terkait yaitu perusahaan yang melakukan proyek tersebut diketahui telah memberikan sejumlah uang kepada Ketua Komisi D DPRD Jakarta. Uang yang diberikan dari perusahaan tersebut kepada anggota DPRD Jakarta diduga adalah uang pelicin yang sengaja diberikan agar perusahaan yang membangun salah satu pulau dalam reklamasi Teluk Jakarta itu bisa membangun proyek reklamasi dengan lancar nantinya.

Selain itu, hal kedua yang membuat reklamasi Jakarta dihentikan ialah karena adanya pelanggaran administratif yang dilakukan saat pembangunan reklamasi tersebut. Hal ini terkait dengan adanya dampak lingkungan yang bisa mempengaruhi kawasan pulau G dalam rencana reklamasi Jakarta. Dalam hal ini, perusahaan yang menangani pembangunan proyek di pulau G tersebut tidak menyebutkan darimana pasir yang digunakan untuk membuat daratan baru. Kemudian, air bersih yang didapatkan pun belum jelas berasal dari mana. Karena hal tersebut bisa memberikan dampak buruk pada lingkungan, maka pembangunan reklamasi dihentikan.

Baca juga hal ini: Penolakan reklamasi di Bali

Sedangkan alasan selanjutnya mengapa reklamasi Jakarta dihentikan adalah karena tidak transparannya dana pembangunan reklamasi di Teluk Jakarta tersebut. Hal ini disampaikan oleh para nelayan yang tidak pernah diajak untuk bermusyawarah mengenai pembangunan reklamasi. Seharusnya, sebagai penduduk yang akan lamgsung merasakan dampak dilakukannya reklamasi tersebut, pihak yang dipercaya untuk membangun pulau reklamasi melakukan musyawarah kepada masayarakat sekitar khususnya para nelayan yang mata pencahariannya akan terancam hilang karena adanya reklamasi ini yang membuat rusaknya ekosistem alam disana.

Ada pula alasan lain yang membuat pelaksanaan reklamasi Jakarta dihentikan adalah adanya pelanggaran prosedural. Hal ini berkaitan dengan izin pelaksaan pembangunan reklamasi yang ada. Dalam hal ini, pemerintah Provinsi Jakarta tidak dapat memberikan izin kepada pengembang untuk membangun pulau G dalam reklamasi. Disini, pemerintah Jakarta telah menerbitkan izin meskipun belum memiliki RZWP3K yang seharusnya dikantongi oleh pemerintah Jakarta terlebih dahulu.

Untuk alasan yang terakhir adalah reklamasi Jakarta akan membuat sedimentasi di kawasan Teluk Jakarta semakin buruk. Dalam hal ini, sedimentasi sangat diperlukan agar membuat kawasan Teluk Jakarta lebih bersih. Akan tetapi, dengan adanta reklamasi Jakarta tersebut, kawasan Teluk Jakarta tersebut akan semakin kotor karena berubahnya arus laut yang ada. Jadi, itulah beberapa hal yang membuat dihentikannya pembangunan reklamasi Jakarta. Hingga saat ini, masalah tentang reklamasi Teluk Jakarta memang belum selesai karena masih ada banyak hal yang menjadi pro dan kontra.

Share